Thursday, April 8, 2021

Generasi Milenial (Tugas PTIK)

at April 08, 2021 0 comments

 



TUGAS KELOMPOK 

MEMBUAT ARTIKEL TENTANG GENERASI MILENIAL

 



Disusun Oleh
 Kelompok 2:


1. Liana Lie                        (44200520)
2. Rosi Permata Sari       (44201127)
3. Syifa Urahmah             (44200330)
4. Yuda David Setiawan (44200348)
5. Jihad Adi Purnama     (44200615)


K
elas :44.2E.25

Dosen Pengajar:
Lala Nilawati, M.Ikom.


Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bahasa
Universitas Bina Sarana Informatika Cengkareng
Tahun 2021






APA ITU GENERASI MILENIAL ?





    Menurut Yuswohady dalam artikel Milennial Trends (2016) Generasi milenial (Millennial Generation) adalah generasi yang lahir dalam rentang waktu awal tahun 1980 hingga tahun 2000.  

Berdasarkan hasil penelitian dari Lancaster & Stillman (2002) Generasi Y dikenal dengan sebutan generasi millenial atau millennium,  Ungkapan generasi Y mulai dipakai pada editorial koran besar Amerika Serikat pada Agustus 1993.

Nah, Generasi milenial bisa juga disebut dengan generasi Y, Gen-Y, Net Generation, Generation WE, Boomerang Generation, Peter Pan Generation.

KENAPA DI ISTILAHKAN DENGAN MILENIAL ?




     Mereka disebut generasi milenial karena merekalah generasi yang hidup di pergantian milenium. Jadi di era ini teknologi digital mulai merasuk ke segala sendi kehidupan. Generasi ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, instant messaging dan media sosial seperti facebook dan twitter, IG dan lain-lain, sehingga dengan kata lain generasi Y adalah generasi yang tumbuh pada era internet booming.



BAGAIMANA KARAKTERISTIK GENERASI MILENIAL?

1) Milenial lebih percaya user generated content (UGC) daripada informasi searah,
            Dalam hal ini menjelaskan bahwa kaum milenial tidak percaya lagi pada distribusi informasi yang bersifat satu arah seperti iklan.
 seperti contoh:  Ketika ada iklan di tv tentang produk baru dari brand ABCD, mereka tidak akan langsung membelinya hanya karena iklan tersebut, ya meskipun iklan tersebut sudah menonjolkan manfaat dan keunggulan produk tersebut, tapi mereka tidak akan langsung membelinya. Mereka akan mencari review atau testimoni dari orang lain (selebgram, youtuber, blogger) dulu baru semisal  dirasa produk tersebut memang betul bermanfaat dan cocok untuk orang lain mereka akan membelinya.

2) Milenial lebih memilih ponsel dibanding TV,
            kenapa demikian? Ini karena segala informasi yang disampaikan melalui televisi bisa kita dapatkan juga di ponsel melalui media sosial. Ponsel juga memiliki banyak hiburan dibandingkan dengan televisi .

3) Menyukai Media Sosial

Hampir semua orang memiliki media sosial, bahkan terkadang satu orang tidak hanya memiliki satu media sosial, selain memiliki fungsi postif sebagai media menyebaran informasi, media sosial juga memiliki dampak genatif yaitu sebagai media pamer / media tolak ukur kebahagiaan setiap orang.


4) Kurang suka membaca secara konvensional,
            Hal ini karena segala hal/ informasi yang tadinya bisa kita dapatkan melalui media konvensional seperti televisi, koran dan majalah, sekarang bisa kita dapatkan melalui internet. Hanya dengan sekali klik kita bisa mengetaui informasi yang kita cari.


5) Cenderung tidak loyal namun bekerja efektif,
    Generasi Milenial memang tidak memiliki sifat loyalitas yang tinggi terhapat tempat dia bekerja,namun generasi ini bekerja dengan efektif 

6) Menyukai transaksi secara cashless,
            Kemajuan teknologi terjadi pula dalam perekonomian, keberadaan e-money membuat semua orang jadi lebih sering cashless (tanpa menggunakan uang tunai ) dalam kegiatan transaksi. Setiap bank bahkan sudah mengeluarkan e-money versi mereka masing-masing.




7) Lebih tahu teknologi dibanding orang tua mereka,
            Ya, tentu saja hal ini karena teknologi baru mulai berkembang pada zaman milenial ini. Sebelum jaman milenial bahkan ponsel belum begitu familiar. Ponsel saja baru pertama kali di temukan pada tahun 1973, generasi sebelumnya masih menggunakan telephone berkabel untuk berkomunikasi jarak jauh.




8) Suka memanfaatkan teknologi dan informasi,

Generasi ini sangat memanfaatkan adanya perkembangan teknologi dan informasi, mulai dari digunakan  sebagai media penyebaran informasi sampai digunakan sebagai media pemasaran produk.

9) Memiliki sifat malas dan konsumtif, dan mudah bosan
            Tentu saja semakin majunya perkembangan teknologi membuat generasi menjadi semakin malas, seperti halnya generasi milenial ini yang lebih malas karena mereka bisa mendapatkan segara hal dengan instan dan mudah berkat perkembangan teknologi dan infromasi. Serta sifat mereka yang lebih konsumtif dan tidak produktif.



            Generasi Milenial lebih menyukai suasana tempat kerja atau kantor yang flexibel, suasana kantor yang tidak membosankan dan bersifat kekeluargaan, generasi ini memiliki jiwa bekerja sama yang baik dengan rekan-rekan sekantornya.

            Generasi Milenial memiliki sifat idealis yang apabil ada aturan yang menurut mereka tidak sesuai, mereka tidak akan ragu untuk meninggalkannya. Berbeda dengan generasi sebelumnya generasi X yang menghormati birokrasi dan mau mengikuti setiap aturan.





 

 

Dafar Pustaka
Generasi Milenial Di Era Society 5.0 Dalam Bingkai Rahmatan Lil Alamin - Situs Resmi UIN Antasari (uin-antasari.ac.id)
Karakteristik Generasi Milenial yang Unik, Kamu Termasuk? (glints.com)
Siapa itu Generasi Millennial? - RumahMillennials.com

Saturday, October 20, 2018

KOMUNIKASI POLITIK

at October 20, 2018 0 comments
Hallo Readers, 
Berikut ini salah satu contoh komunikasi kreatif, strategi dan implementasinya



Nama    : ROSI PERMATA SARI

NIM      : 44217120089


KPUD DKI Jakarta Cegah Golput

Jumlah pemilih dalam Pilkada DKI Jakarta yang akan berlangsung pada 15 Februari 2017 mencapai 7,1 juta jiwa. Dari jumlah tersebut Komisi Pemilihan Umum Daerah menargetkan pemilih yang memberikan suaranya sebanyak 77,5 persen. "Kami sedang berupaya karena tingkat partisipasi di pemilu-pemilu sebelumnya itu di bawah 70 persen. Kami sedang berikhtiar paling tidak di angka target nasional di 77,5 persen," kata Komisioner KPUD DKI Jakarta, Moch. Sidik, di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat,

Demi mencapai target yang telah ditetapkan, Sidik memaparkan, beberapa upaya yang akan dilakukan untuk mengurangi golong putih (Golput). 

"Partisipasi masyarakat penting. Sosialisasi, pencerahan terus-menerus di berbagai media kita lakukan supaya ada kesadaran. Apalagi di Jakarta ketiga calonnya berkualitas baik. Ke masyarakat tentu saja harus tersampaikan informasinya," ujarnya.

Peran media dianggap sangat penting untuk mencegah golput masyarakat memberikan suaranya dalam Pilkada mendatang. Dengan demikian, KPUD akan memberikan bimbingan hingga ke tingkat RT.

Dibantu media, termasuk kami melakukan berbagai upaya ke pelosok-pelosok kelurahan kami datangi. RT, RW kita kasih pencerahan supaya tidak hanya namanya masuk dalam daftar pemilih yang sudah kita tetapkan, tapi setelah itu mereka untuk mengeksekusinya siapa pun yang akan mereka pilih, ya kita apresiasi," tuturnya.

Diharapkan dengan adanya strategi ini tingkat golput di indonesia menurun, bahkan tidak ada lagi golput.

Dengan membandingkan presentase golput di tahun di sebelumnya dan ditahun sekarang, apabila mengalami penurunan presentase golput maka strategi yang dilakukan berhasil. Dan apabila presentasi golput di tahun sebelumnya dan di tahun sekarang masih sama. Maka strategi belum berhasil dan perlu melakukan strategi baru



Semoga bermanfaat readers,

Friday, September 14, 2018

0.2 Apa itu Komunikasi Kreatif ??

at September 14, 2018 5 comments
     
Assignment 1

Holla Readers, 

Apa itu Komunikasi kreatif?

        Komunikasi kreatif adalah komunikasi apapun yang menciptakan
perasaan-perasaan positif (kesenangan, kebahagiaan) , pengertian
(keharuan,
curahan perhatian), hubungan, keinginan untuk bekerja.

        Komunikasi kreatif meliputi :
- Menggunakan zona-zona yang nyaman (jarak,ruang)
- Menggunakan isyarat-isyarat terbuka yang menunjukan minat
(postur,gestur)
- Mendengarkan dengan penuh perhatian (aktif)
- Menerima informasi
- Mendukung munculnya ide (non-verbal dan verbal.


        Berikut ini adalah contoh dari komunikasi kreatif yang memiliki makna tersirat didalamnya,
 Video Iklan Gus Ipul

 

        Video diatas menunjukkan bagaimana kreatifitas yang dimiliki calon gubernur jawa timur dalam melakukan kampanye, beliau menggunakan parodi film layar lebar wiro sableng yang nerupakan film layar lebar yang sedang menjadi pembicaraan para pecinta film layar lebar. Video tersebut mengkomunikasikan kepada masyarakat untuk memilih calon Gubernur Gus Ipul sebagai Gubernur Jawa Timur. Inilah yang dinamakan komunikasi kreatif dimana calon gubernur tidak menggunakan aksi demo untuk mengkampanyekan dirinya melainkan menggunakan cara kreatif dengan memparodikan film Wiro Sableng.

Saya berkesimpulan bahwa komunikasi kreatif memiliki tujuan agar komunikan yang kita ajak berkomunikasi memahami maksud atau pesan dari komunikasi tersebut. Dengan adanya kreatifitas dalam berkomunikasi, komunikan akan lebih mudah mengerti pesan dalam komuniasi tersebut


        Sekian ilmu yang dapat saya share ke readers, jika terjadi kesalahan dalam penulisan harap dimaklumi, jangan lupa comment, saya akan dengan senang hati menerima comment dari readers.

(Buat kalian yang hobby baca cerpen, silahkan kunjungi blog saya di osietari.blogspot.com)

Thanks

Rosi permata sari 😋






        
 

Pena Rosi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review